pH Tanah Sawah dan Dampaknya terhadap Serapan Hara Padi

Eratani / 25 Mei 2026

Banyak petani yang sudah rutin memupuk, namun tanaman padi tetap menguning atau tumbuh tidak optimal. Sebelum menambah dosis pupuk, ada satu hal mendasar yang perlu diperiksa terlebih dahulu: pH tanah sawah.

pH tanah sangat menentukan apakah unsur hara yang ada di tanah, maupun yang diberikan melalui pupuk, sungguh bisa diserap oleh tanaman.
 

pH Tanah itu Apa, dan Mengapa Penting?

pH tanah menunjukkan tingkat kemasaman atau kebasaan tanah pada skala 0–14. Untuk padi, kisaran 5,5–6,5 umumnya paling ideal. Di luar kisaran ini, unsur hara berubah bentuk dan sulit diserap akar sehingga dapat membuat pupuk yang sudah diberikan tidak bekerja maksimal.

Ibaratnya, pH tanah adalah "pintu masuk" bagi unsur hara. Jika pintunya tertutup, nutrisi sebanyak apapun tidak akan sampai ke tanaman.

 

Apa yang Terjadi Jika pH Tidak Sesuai?

Ketika pH terlalu masam atau terlalu basa, beberapa masalah bisa muncul sekaligus. Fosfor terikat oleh unsur lain sehingga akar kurang berkembang dan anakan menjadi sedikit. Nitrogen tidak terserap optimal meski pupuk sudah diberikan. Kalium terganggu serapannya sehingga batang menjadi lemah dan gabah kurang berisi. Pada kondisi terlalu masam, beberapa unsur mikro bahkan bisa meracuni tanaman.

 

Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala berikut bisa menjadi sinyal bahwa pH tanah perlu diperiksa:

  • Tanaman menguning meski sudah dipupuk
  • Pertumbuhan tidak merata dalam satu petakan
  • Akar pendek atau berwarna kecokelatan
  • Jumlah anakan sedikit dan hasil panen terus menurun

Gejala-gejala ini tidak selalu berarti kekurangan pupuk. Bisa jadi akar tidak mampu menyerap hara karena pH yang tidak sesuai.

 

Langkah yang Bisa Dilakukan

Pengelolaan pH tanah bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana. Ukur pH secara rutin menggunakan pH strip, pH meter portable, atau uji laboratorium sebelum musim tanam. Jika tanah terlalu masam, pemberian kapur pertanian atau dolomit dengan dosis berdasarkan hasil uji tanah dapat membantu menaikkan pH bila diberikan. Selain itu, tambahkan bahan organik seperti kompos atau jerami untuk menstabilkan pH dan memperbaiki struktur tanah secara alami. Pemupukan juga perlu dilakukan secara berimbang, tidak hanya nitrogen, tetapi kombinasi N, P, K, dan unsur mikro sesuai kebutuhan dan fase pertumbuhan padi.

 

Kesimpulan

pH tanah bukan sekadar angka, namun menjadi penentu utama apakah pupuk yang diberikan benar-benar bekerja. Dengan memahami dan mengelola pH secara rutin, petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, menghemat biaya input, dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

Pertanian yang produktif selalu dimulai dari tanah yang sehat.



 

Sumber:

Adaptasi dari pemikiran Haidar Fari Aditya, SP. MP. (Assistant Professor Ilmu Tanah, UPN "Veteran" Jawa Timur).


 

Bagikan Postingan Ini

Lihat Artikel Lainnya