Kolaborasi Strategis Eratani dan Planet Carbon Melalui Biochar

Eratani / 6 Februari 2026

Eratani resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Planet Carbon melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk penerapan biochar di lahan pertanian binaan Eratani. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Bambang Cahyo Susilo, Co-Founder dan CFO Eratani, dan Kiagus Zailani, Direktur Planet Carbon. Sebagai tahap awal, Eratani dan Planet Carbon akan menjalankan proyek percontohan (pilot project) di wilayah Jawa Barat. Proyek ini bertujuan untuk memvalidasi efektivitas biochar dalam mengunci karbon di dalam tanah sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Urgensi Mitigasi Emisi di Sektor Pertanian

Dalam sepuluh tahun mendatang, produksi pertanian dan perikanan global diperkirakan akan meningkat hingga 14% guna memenuhi kebutuhan pangan dunia. Namun, tanpa penerapan teknologi yang tepat, peningkatan produksi ini berpotensi memperbesar jejak karbon akibat bertambahnya jumlah ternak serta perluasan lahan pertanian.

Meski efisiensi produksi terus berkembang, emisi langsung dari sektor pertanian tetap diproyeksikan meningkat sekitar 6% . Kondisi ini menegaskan pentingnya adopsi solusi inovatif yang mampu menyeimbangkan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan.

Biochar Mengubah Limbah Organik Menjadi Solusi Iklim

Biochar merupakan arang hitam pekat yang dihasilkan dari pemanasan sisa bahan organik seperti jerami ranting atau dedaunan melalui proses pirolisis, yaitu pemanasan dengan minim oksigen. Lebih dari sekadar arang, biochar berperan sebagai ‘safety box’ yang mampu mengunci karbon di dalam tanah selama ratusan tahun sehingga mencegahnya kembali terlepas ke atmosfer sebagai gas rumah kaca.

Selain berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim struktur mikropori biochar juga memberikan manfaat agronomis yang signifikan bagi lahan pertanian. Biochar membantu tanah menahan air dan unsur hara lebih lama sehingga efektif digunakan pada lahan kurang subur atau wilayah yang rentan terhadap kekeringan. Keberadaan biochar juga mendukung pertumbuhan mikroorganisme bermanfaat yang menjaga kesuburan alami tanah dan berpotensi mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Di sisi lain biochar mampu menyerap zat berbahaya seperti logam berat dan residu pestisida sehingga kualitas air tanah dan ekosistem di sekitar lahan tetap terjaga.

Implementasi dan Harapan ke Depan

Pilot project yang dilakukan di Jawa Barat ini akan menjadi tolak ukur bagi Eratani dan Planet Carbon sebelum memperluas skala implementasi ke wilayah lain. Melalui data dan hasil lapangan dari proyek ini Eratani berharap dapat membuktikan bahwa transisi menuju pertanian rendah karbon tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan tetapi juga mampu meningkatkan hasil panen serta kesejahteraan ekonomi petani.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Eratani dalam mendorong pertanian climate smart agriculture di Indonesia yang mengedepankan keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan.

Bagikan Postingan Ini

Lihat Artikel Lainnya